17.2.12

Dewi Drupadi karya Kerajinan Wayang Kulit solo

Drupadi 
DEWI DRUPADI
Kerajinan wayang kulit asli solo tokoh Dewi Drupadi. Ia adalah putri Prabu Drupada raja kerajaan Pancala (disebut juga Cempalaradya), ibunya bernama Dewi Gandawati. Drupadi adalah permaisuri Prabu Puntadewa (Yudistira) dan ibu dari Raden Pancawala. Drupadi adalah sosok wanita yang bersahaja, setia dengan kemuliaan, dan berbakti terhadap suaminya. Drupadi selalu ikut memikirkan perjuangan Pandawa Lima dalam membela kebenaran. Dewi Drupadi berwajah sangat cantik, luhur budinya, bijaksana,sabar, teliti dan setia. Detail fisik pada kerajinan wayang ini adalah; Dewi Drupadi bermata jaitan, berhidung mancung, bermuka tenang dan bertunduk. Bersanggul keling, sebagian rambut terurai polos, dan bersunting waderan. Penampilanya bersahaja, tak memakai perhiasan emas atau permata apapun. Meskipun cantik, segala-galanya sederhana seperti bersahajanya Prabu Puntadewa (suaminya).


Oleh kerajinan wayang kulit Solo : Penderitaan hidup dan siksaan batin pernah dialami Drupadi ketika peristiwa Puntadewa kalah dalam permainan dadu dalam suatu pesta, dimana pesta itu adalah tipu muslihat bala kurawa dengan maksud untuk menguasai istana indraprasta beserta seluruh isinya. Karena Drupadi dianggap isi istana, maka oleh Dursasana ia dilucuti pakaianya, sampai sanggul drupadi terlepas dan rambut indahnya terurai panjang. Drupadi merasa sangat terhina, namun akhirnya ia selamat berkat pertolongan Bathara Darma, karenanya kain penutup tubuh Drupadi tidak habis-habisnya saat ditarik oleh Dursasana. Seketika itu juga Drupadi bersumpah tidak akan menggelung rambutnya sebelum dijamas atau dikeramas dengan darah Dursasana. Dalam perang Bharatayuda ia mengikuti Pendawa ke medan perang. Setelah Dursasana mati dibunuh oleh Werkudara (tokoh Pandawa yg juga adik iparnya), berkeramaslah ia dengan darah Dursasana dan sejak saat itu ia bersanggul lagi.

Di sini terbukti, betapa kuatnya hati wanita dalam menepati janji yang pernah diucapkannya yaitu harga diri dan kemuliaan seorang wanita, serta kesetiaan pada hal yang benar ia pertahankan. Di akhir riwayat diceritakan, Dewi Drupadi mati moksa bersama-sama dengan kelima satria Pandawa ( Puntadewa, Wrekodara, Arjuna, Nakula, Sadewa ), ini setelah berakhirnya perang Bharatayuda. Jika anda ingin mengoleksi karya kerajinan wayang kulit kami ini, silahkan menghubungi 08122645521 / 085642444004Kami juga membuat wayang kulit tokoh-tokoh lainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar